CCTV TransTV Humor Mengerikan

cctv

Beberapa bulan ini aku cukup sering memperhatikan tayangan CCTV di TransTV. Ada beberapa poin penting yang aku sayangi dari tayangan ini walau kadang sesekali menghibur. Entah apa tendensi TransTV menjadikan tayangan ini menjadi salah satu andalannya. Karena menurutku acara ini muatannya kurang pantas untuk ditayangkan di primetime. Kalau On The Spot masih bagus karena isinya sangat informatif memberikan pengetahuan mengenai hal ter-ter-ter di dunia walau harus dicatat itu adalah “versi” On The Spot.

Sisi kekurangpantasan CCTV menurutku adalah muatan-muatan kecelakaan yang kadang masih terlalu vulgar untuk dipertontonkan. Misalnya kecelakaan-kecelakaan mobil dan atau sepeda motor yang terekam langsung. Bagi sebagian orang mungkin itu menghibur. Tapi entah kenapa bagiku hal itu “mengerikan”, apalagi ditambah dengan komentar dari narator seperti “Hahahah… makanya jangan ngantuk, nabrak deh jadinya…” atau contoh lain “Wah.. wah.. wah… lain kali lihat-lihat kalau mau nyebrang…”. Kenapa lalu dibuat lucu-lucuan sih hal mengerikan itu? Belum lagi videonya disisipkan balon teks narasi lucu-lucuan warna-warni. Hal mengerikan yang dibuat seolah-olah santai?

Okelah mungkin opiniku salah, mungkin terlalu lebay atau mungkin terlalu terlalu lainnya. Tidak dipungkiri memang acara ini mengikuti kesuksesan On The Spot yang menyajikan tayangan informatif. Tapi apakah pantas jika khalayak umum disajikan tontonan orang yang sedang mencuri? Orang yang menbrak kendaraan lain? Orang berkelahi satu sama lain? Orang mabuk masuk ke galian jalan? Dan semuanya itu kadang tanpa sensor muka dan dibuat lelucon. Bagaimana kalau anak-anak kecil yang melihatnya menganggap hal yang sebenarnya tidak pantas karena dibuat lucu-lucuan mereka lalu mencobanya?

Sebagai penonton aku mengakui mempunyai sedikit phobia terhadap tayangan yang mengerikan seperti film SAW dan semacamnya. Jangankan film Saw, diceritakan sesuatu yang agak mengerikan (kecelakaan dan semacamnya) saja kadang bergidik ngilu. Bagaimana jika ternyata banyak yang seperti itu lalu melihat tayangan CCTV dan semakin parah phobianya? Agak lebay ya? Heheheh. Bisa saja aku sebagai viewer mengabaikan tayangan CCTV dan berganti pada channel lain. Tapi entah kenapa gak rela banget tayangan ini diputer pada jam-jam aktif anak-anak kecil.

Kadang aku berpikir, emang boleh ya menampilkan video dari youtube tanpa minta ijin dengan pengunggah asli video itu dan menampilkannya dengan bahan narasi lawakan pada masyarakat umum? Tanpa sensor wajah pula… Entahlah, yang pasti aku merasa acara ini kurang begitu mendidik.

—— In My Humble Opinion—–

Advertisements

Efek Domino Medical Recordku

Hello All… lama rasanya tak mengotori wall wordpressku ini. Sejujurnya aku tidak punya kalimat pembuka lain deh selain menceritakan alasan lama gak nulis selain karena kesibukan. Sibuk itu ya palingan mengerjakan pekerjaan kantor. Karena kalau sudah balik rumah petakan kos kontrakan itu mengumpulkan hawa semangat menulis agak susah. Dan itu bener banget apalagi dengan kondisi cuaca yang cukup dingin. Bawaannya pengen tidur melulu.

Headline berita dan televisi isinya tentang banjir di seluruh penjuru Indonesia. Manado dan Jakarta menjadi trending topic buat dua minggu ini. Selalu bisa ditebak pula ada begitu banyak momen pencari perhatian secara instan bagi caleg dan parpol yang sok memberi bantuan. Kasih aja bantuan yang banyak tapi jangan pilih parpolnya. Pilih yang pasti-pasti aja. Kasian Pak Jokowi dan Pak Ahok baru aja beberapa belas bulan membenahi Jakarta dah dicaci-maki. Semoga beliau semua diberi kesabaran sama yang Maha Kuasa membenahi Jakarta ruwet begitu juga ruwet penduduknya. Amiiin.

Awal Januari ini aku mendapati ternyata track record kesehatanku cukup bikin mata terbelalak. Karena disamping setahun ini aku udah jarang berolahraga dimana biasanya aku treadmill rutin seminggu minimal 2 kali selama 10 menit sampe gobyos (basah kuyup karena keringat), selama 6 bulan terakhir tak pernah aku lakukan lagi. Selain itu, karena terobsesi oleh menjadi “berisi” a.k.a “gendutan dikit”, aku menggunakan berbagai macam cara. alhasil pola makan tidur makan tidur jadi pembiasaan bagiku.

Hasilnya terasa pas hasil Medex (Medical Examination) diberikan. Kebetulan kalau di kantor setiap pegawai darat rutin setahun sekali tes kesehatan mulai dari rontgent, ECG dan juga cek darah lengkap dan urine. Pas dibuka aku yakin sih ga ada masalah apa-apa ya karena setahun lalu tes medical ku juga bagus-bagus aja. Eeeeh… kok ada dua hal yang abnormal ya? Yang bener? Ternyata Kolesterol dan Asam Urat kadarnya berlebih. Maaak…???!!! Kok Bisa ya? (Sambil menerawang jauh ke masa silam)

Tidak terima keputusan itu sih iya, karena kolesterolku 240 (resiko tinggi) dan asam urat normalnya 7.2 sedangkan aku 7.8. Rada ga percaya gitu badan sekurus ini ternyata kolesterol tinggi ya. Akhirnya, kewajiban setelah medex biasanya adalah harus menemui dokter yang ada untuk berkonsultasi mengenai catatan-catatan kesehatan yang ada di hasil medex yang kudapetin. Akhirnya bertanyalah aku untuk yang satu ini kenapa kolesterol bisa naik secepat itu dalam setahun? Faktor pemicunya apa saja?

Usut punya usut nih ternyata pola makanmku salah total. Jadi karena faktor masih anak kosan nih cenderungnya beli yang praktis-praktis aja di luar rumah. Dokternya paham amat nih kalau di daerah bandara yang terkenal junk foodnya adalah “Pecel Lele”. Bu dokter yang memeriksaku ini menebak bahwa setidaknya dalam seminggu aku makan pecel lele bisa 5 kali. Aduh Dok dikau benar sekali. Makan nasi padang dengan bumbu minyak berlimpah lebih dari 3 kali seminggu. Aduh Dok kali ini bener juga. Jadi menurut dokternya, tidak ada yang salah dengan pecel lele untuk dikonsumsi. Tapi yang salah ada pada minyak yang digunakan di proses penggorengan itu. ūüėģ Berapa kali minyak itu diganti dengan yang baru untuk menggoreng lele atau tempe? Jangan-jangan minyaknya bekas-bekas lagi? Aduh sampe disitu aku langsung tertegun dan berpikir bahwa gak aman banget ya apa yang ada di sekeliling kita. Jadi permasalahan utama disini adalah aku sering makan makanan di luar yang penuh minyak tak sehat. Termasuk ketika makan nasi padang dengan lauk rendang atau daging balado dengan sambal hijaunya yang meleleh-leleh lalu disiram kuah gulai atau otak? Siapa yang gak nolak atuuuh hahahahha.

Pecel Lele enak yang tiap malam selalu kubeli hahaha

Pecel Lele enak yang tiap malam selalu kubeli hahaha

Karena itulah kata dokternya aku harus membatasi makanan yang tak sehat tipe seperti itu. Lalu aku harus juga diet kacang-kacangan sambil diberi Lipitor untuk penurun kolesterol dan Reucid untuk penurun asam uratnya. Selama dua minggu kedepannya aku harus cek darah lengkap lagi. Yoyoyoy semangat. Dokternya berpesan batasi gorengan, batasi pecel lele, batasi nasi padang, perbanyak buah dan sayur dan jangan suka makan sambel berminyak. Siap Dok!!!!

Dokter umum sudah, lalu besoknya aku merasa tenggorokan sakit gak bisa nelan. Waduh kenapa pula nih tenggorokan tumbenan amat ya? Akhirnya sore agak gerimis aku memaksakan diri ke dokter THT Awal Bros Tangerang. Pas sampe di meja resepsionis langsung aja aku minta jadwal dokter THT yang available malam. Ternyata ada dr. Yanti. Ga masalah lah asal dokter ini bisa nyembuhin radang tenggorokanku. Pas nyerahin kartu inhealth gold-ku kok kepikiran sama mata bintitan yang dulu itu ya. Soalnya dulu pernah periksa kena bintitan atau bahasa kerennya hordeolum ke dokter, sama dokter kantor disuruh rujuk ke dokter mata untuk lebih presisinya. Cuma hampir lewat dua bulan sejak disarankan periksa ke dokter mata karena hordeolum alias bintitan yang ga sembuh-sembuh itu aku abaikan aja karena ga sempet banget mau ke rumah sakit buat periksa. Akhirnya sekalian aja aku minta dijadwalkan ke dokter mata. Approved dan langsung disuruh nunggu di poli THT. Ga ribet nih rumah sakit langsung cepat pelayanannya. Suka!!!!

Di poli THT ternyata aku satu-satunya pasien, jadi pas di THT langsung cek tensi dan berat badan. Abis itu ke dokternya langsung curhat *ceilah bahasanya. Abis itu disuruh duduk di kursi aneh semacam kursi yang bisa diatur sandarannya buat tiduran dilengkapi banyak alat-alat gitu, lalu dokternya masukin sebuah alat ke dalam mulutku.

Dokter (D) : Mas dibuka bentar ya mulutnya sambil bersuara aaaaa panjang!”

Aku (A) : “AAAAAAAAAAAA.” *pake nada D#

D : “Mas amandelnya bengkak nih dua-duanya..”

A : “Ngik… ngik…” (ga bisa bersuara karena ada alat itu di mulut)

D : “Suka makan gorengan dan es ya?”

A : “Ngik… ngik..” (masih diem ga bisa bersuara soalnya ada alat itu)

Lalu dokternya udahan, aku langsung balik ke tempat duduk semula sambil takut-takut denger vonis dokternya. Kena tonsilitis deh ternyata, no wonder lah. Lalu dokternya memberikan wejangan utnuk tidak makan makanan berminyak (minyak lagi!!!!) gorengan, dan sesuatu yang suhunya ekstrem (busyet apaan tuh?). Lalu dokternya meresepkan antibiotik dan obat pereda nyeri. Sembuh sembuh sembuh!

Tonsilitis versi yang lumayan parah

Tonsilitis versi yang lumayan parah

Abis poli THT langsung tancap ke poli mata. Ternyata dokternya masih on the way. Banjir pula katanya. Lumayan nunggu sejam sampe dokternya dateng baru bisa dilayanin. Dokter Michael untuk yang mata ini. Langsung curcol untuk yang kedua kalinya mengenai hordeolum itu. Lalu sama dokternya diarahkan ke alat pemeriksa mata dan aku harus membelalakkan mata dan melihat ke atas. Diperiksa sama dokternya secara seksama dan di tengah pemeriksaan itu, kata-kata dokternya cukup bikin kaget.

D : “Mas mau gak kalau dioperasi kecil?”

A : “Hah? Emangnya kenapa matanya dok?” (*mulai mikir yang enggak-enggak)

D : “Mas-nya kena chalazion.”

A : …. (*diem cengo gak paham sambil menyiratkan muka bego)

D : “Chalazion itu gampangnya nanah sisa bintitannya udah mengeras mas, jadi harus diambil dan dikeluarkan!”

A : “Ha? Serius dok? Oooo, boleh aja kalau gitu hari ini aja gimana?” (padahal ngeri aja denger kata operasi)

D : “Oke sekarang aja ya setelah pasien saya yang terakhir.”

Lalu setelah itu aku menunggu setengah jam sampai akhirnya perawat memanggilku kembali. BB lowbat jadi ga bisa searching chalazion itu apa sebenernya. Jadi pasrah aja nunggunya. Pas di dalem ruangan, berbaring di kursi semacam dokter gigi untuk pasien itu cuma bedanya di atas kepala ada lampu dan alat besar gatau namanya. Lalu wajahku ditutupi kain hijau berlubang yang kahs operasi itu. Sempet-sempetnya dokternya tanya-tanya Garuda Indonesia pindah ke Halim Perdana Kusuma. Aku jawab sekenanya aja. Abisnya jantungan juga mau dioperasi mendadak gini. Ya walaupun operasi kecil sih. Lalu dokternya bilang, mas ntar sakit bentar ya dan cesssss……. periiiiiiih woy perih wooooy….. *tangan mengkeret. Lalu ceees lagi dan ceessss lagi *mati. Selama itu aku langsung melihat sesuatu berjalan di mataku dan agak kurang jelas karena mataku perih banget disuntik obat mati rasa itu. Yang kuingat aku lihat pisau diatas mataku secara nyata dan diambil lah “chalazion” itu. Ampun ngeri-ngeri sedap dah pengalaman 10 menit ini. Sakitnya lumayaan deh huhuhuhuhu. Abis itu mataku diolesi entah apa itu namanya lalu diperban selama 1 jam. Sekilas kulihat di kaca kayak bajak laut tapi penutup matanya putih. Harus dikompres hangat dan diolesi salep mata sehari dua kali dan jangan sampai kena air. Dalam hatiku pengen tanya sih kalau nangis gimana? hehehehehe.

Contoh Hordeolum

Contoh Hordeolum

Contoh Chalazion (agak mirip hordeolum ya?)

Contoh Chalazion (agak mirip hordeolum ya?)

Lalu apa Chalazion itu? Dokternya sempet berpesan gini, “Jangan terlalu banyak makanan berlemak ya mas!”. Aku langsung mikir wah ini hubungannya pasti sama pecel lele itu dah. Gila ya, semuanya berantai dan saling berhubungan satu sama lain. Seminggu lagi aku harus kontrol dan kayaknya mulai saat ini aku harus menjaga pola makan dengan benar-benar. Jadi, Chalazion itu adalah gangguan umum pada mata dan merupakan inflamasi granulomatosa kelenjar meibomian di kelopak mata atas atau bawah. Gangguan ini ditandai dengan pembengkakkan setempat dan biasanya berkembang lambat selama beberapa minggu.

Chalazion bisa menjadi cukup besar untuk menekan bola mata, sehingga menyebabkan astigmatisme dan mungkin harus di insisi dan dikuretase melalui pembedahan. Orang yang suseptibel terhadapnya bisa menderita lebih dari satu kalazion karena kelopak mata atas dan bawah mengandung banyak kelenjar meibomian. Jika kalazion menjadi persisten dan kronis, kanker kelenjar meibomian harus dicegah melalui biopsi. (sumber disini). Serem amat ya, jadi hordeolum yang menetap dan mengeras itu bisa menyebabkan Chalazion itu.

Habis semua kejadian ini aku harus benar-benar me-review apa yang aku makan selama ini. Menggiatkan olahraga lagi. Mengatur asupan makanan dan menghindari junk food. Pecel lele kayaknya tetap masih mejadi favoritku. Cuma sekarang harus pilih-pilih nih yang mana paling bersih masaknya. Tapi rata-rata sih minyak untuk menggoreng pecel lele itu susah digantinya ya. Mending Pecel lele nya dibungkus mentahnya aja masak di rumah. Hahahahahaha… tambah ribet lagi.

Hanya Ada di Indonesia Kayaknya

images

Pada dasarnya kadang apa yang kita lakukan dengan tujuan baik akan menimbulkan kesan baik itu belum tentu juga. Kita harus melihat beberapa parameter yang ada untuk menempatkan perilaku kita dengan keadaan yang benar dan baik. Kalau kata salah satu kakak kelasku dulu, kita harus melihat SI KONT*L PANJANG MAS. Kata-kata disamarkan karena cukup bikin telinga meradang. Itu adalah akronim dari SItuasi, KONdisi, TOLeransi, PANdangan & JANGkauan MASyarakat. Jadi bersikap itu butuh melihat kanan-kiri ga bisa sa’enak udhele dhewe. Nah, mengamati jejaring sosial itu ibaratnya melihat perilaku seseorang dengan lebih jelas. Because word tells a lot! Facebook, Twitter, Instagram, Path, Snapchat menggunakan kekuatan kata-kata untuk mengungkapkan experience apa yang dialami seseorang saat itu. Mungkin Instagram dan Path melengkapinya dengan gambar untuk menguatkan cerita seseorang itu. Tapi pada dasarnya adalah kata-kata yang utama. Aku bayangin someday in the future gitu ya, kata-kata udah ga ngetren lagi. Yang ngetren malah video. Jadi si Facebook, Twitter dan konco-konco jejaring sosial lainnya itu sama sekali ga pake kata-kata. Mau update status lagi makan di Facebook harus upload video lagi makan. Lagi sakit biasanya pake emote *feeling sick* diganti pake video pribadi pake tampang kesakitan. Lagi bahagia pake upload video ketawa jingkrak-jingkrak. Semuanya bisa dilakukan dengan cara selfie atau TongSis (Tongkat Narsis). Maybe! Tapi ribet sih. Banget!

Kembali ke pengamatan jejaring sosial lagi. Seneng gitu ya ngelihat recent update temen-temen ini. ada yang foto di luar negeri. Ada yang baru lahiran anak dan anaknya unyu-unyu banget. Ada yang abis nikahan. Ada yang sedih dan berencana bunuh diri pake gambar tangan yang diiris-iris yang kalau diperhatikan darahnya lebih mirip saos tomat. Ada yang marah-marah menggunakan sebutan nama binatang yang ada di kebun binatang, padahal binatang di kebun binatang pun ga pernah memaki-maki pake nama dia. Ada juga yang ngeluh ga punya duit dan berharap bantuan isi pulsa seakan-akan dia ga sadar temen fesbuknya akan berpikir dia pengirim sms mama minta pulsa. Ga punya duit kenapa yang diminta pulsa? Karena dengan pulsa hp bisa dapet voucher makanan murah pake kakao talk kale ya? Jadi macam-macam tipe ragam manusia dan kepribadiannya yang bersliweran di muka bumi maya ini.

Someday ada update status BBM temen yang menggelitikku, isinya begini : “Mama Papa tanya kapan aku punya pacar, Temen-temen tanya kapan aku punya pacar, pusiiiiiing”. Dan DP BBMnya itu semakin bikin ketawa, DP BBMnya itu : Gapapa aku jomblo, toh di dalam kubur malaikat gak tanya Siapa Pacarmu. Ouuuuw ngeles nih ye hahahaha. Tapi di satu sisi aku juga kasihan sih. Tahu ga sih kalau ternyata budaya Indonesia yang mengedepankan keramahan yang khas Indonesia itu kadang tidak begitu relevan. Salah seorang temenku pernah bilang pas lagi ngobrol santai, orang Indonesia saking ramahnya sampe hal yang privasi pun ditanyakan. Sempet mikir juga sih waktu itu, tapi aku ga begitu ngerespon dan cuma menanggapi santai omongannya. Tapi melihat banyaknya kejadian dimana terkadang teman-temanku sendiri (atau malah aku sendiri) mengalami hal “terlalu ramah” itu, seketika aku jadi mikir banyak. Banyak banget seakan-akan flashback diiringi musik-musik melankolis mencekam. Mungkin bukan salah budaya kita yang sangat menjunjung ramah kepada semua orang, namun kita lupa menempatkan pertanyaan remeh temeh but annoying di kesempatan yang benar.

Misalnya apa sih? Pernah ga sih lihat foto di Path yang galau karena ditanyain nikah-kapan-nikah-kapan? Itu jadi trending topic anak muda saat ini. Di kota-kota besar lihat terjadi perbedaan yang cukup signifikan. Pernah gak merasa bahwa umur seseorang menikah itu semakin tua. Umur 30an baru nikah atau bahkan lebih. Padahal kalau dulu apalagi di desa, umur 20 belum menikah itu udah disebut perawan tua. Ga bisa aku pungkiri, di desa dimana aku dilahirin pun dulu praktik pernikahan umur muda kerap dilakukan. Nah, kalau di kota besar dengan perbedaan pola hidup anak-anak muda jaman sekarang dan kekonservatifan kaum tetua, ga jarang perbedaan pola pikir dua kubu ini akan sering menimbulkan kegalauan bagi kaum muda. Para orang tua melihat anaknya ga nikah-nikah nge-push anaknya terus untuk nikah padahal di satu sisi sang anak yang hidupnya sudah mandiri mempunyai prioritas dan keterbatasan (mungkin) yang membuat dia belum menikah. Kalian semua pasti pernah mendengar kisah Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih kan? Si Siti Nurbaya ga mau nikah ma Datuk Maringgih namun dipaksa-paksa sama orang tuanya. Seperti itu kali ya berondongan pertanyaan orang tua dan masyarakat yang seakan-akan sebuah “paksaan keras” untuk menikah. Kalau dulu facebook atau path sudah ada mungkin Siti Nurbaya udah update status “Hiks-hiks aqqoewh dipaksa merit ma Kakek Tua peot, padahal aqqoewh macih chayank beudh ma Syaiful Bahri CliquersMania”. Ga lupa pake hashtag #KawinLari trus mention-mentionan. Itu sih edisi siti Nurbaya alay ya pemirsah…

Jadi, pertanyaan-pertanyaan simple itu kadang jadi beban lho. Atau mungkin bisa bikin stres? Bisa banget. Lalu setelah seseorang menikah, karena saking ramahnya orang Indonesia nih tanya lagi. “Udah isi belom?”, “Anaknya udah berapa?”, “Kok belom isi seeeh?”, “Anaknya ASI atau susu formula?”, “Anaknya udah kelas berapa, juara kelas gak?” Arrrgggghhhhh….. ternyata penderitaan belum berakhir sodara-sodara. Hahahaha. Aku jadi inget dulu guru bahasa Inggrisku pernah bilang, kalau kamu menanyakan umur, status pernikahan, jumlah anak, pekerjaan pada orang di Amerika dan Eropa, mereka akan mendengus dan bermuka masam. Karena semua itu adalah hal yang sangat tidak pantas untuk ditanyakan karena bersifat pribadi. Wooooohooooo… beneran ga sih? Tapi kalaupun iya, aku sangat setuju bahwa pertanyaan privasi itu sangat tidak pantas ditanyakan untuk sekedar basa basi.

Sejauh yang saat ini aku lihat, terkadang ada gegar budaya di antara kalangan masyarakat kita akibat perkembangan zaman. Tentunya sangat perlu kearifan dari pribadi kita untuk saling menjaga perasaan seseorang. Jika terlanjur menanyakan hal-hal seperti di atas dan orang yang kita ajak bicara berubah ekspresinya menjadi tak suka, mungkin secepat mungkin kita mengalihkan pembicaraan pada hal-hal santai lainnya semisal laporan cuaca hari ini… halaaah hahahaha. Ya apapun itu kadang apa yang kita anggap biasa menurut diri kita sendiri menjadi hal luar biasa bagi orang lain.
NB (Nambah Bicara) : Selamat Tahun Baru All…..

Aerobik… Celana Ai Robek

aerobik

Stanley, Dian< Raymond dan Abie

Hari ini aku dan beberapa teman-teman satu Direktorat Operasi ikut lomba Aerobik. Penunjukan yang sangat mendadak dikarenakan tidak ada orang yang bisa bertanding di tanggal pelaksanaan lomba. Jadi ceritanya si Oryza Leonika OS Secretary tetiba nelpon minta tolong bergabung sama tim Aerobik Putra Beregu. Bingung deh seketika, soalnya secara ya Aerobik kan ibu-ibu banget ya? Hahahaha. Jadi karena demi kelangsungan mempertahankan mahkota juara bertahan maka aku mengiyakan ajakan itu walau gatau gimana caranya. Secara Aerobik ya setauku lompat-lompat yang biasa dilakukan Ibu-ibu buat menguruskan badan. Lha, aku sendiri kan kurus, tambah kurus lah kalau maenan Aerobik. Lalu aku tanya sama Oryza, kok aku kenapa bukan yang lain? Si Abie yang merekomendasikan. Asem si Abie.

Akhirnya kita simulasi nih Aerobik-aerobikan di Sport Center Garuda. Disitu ternyata sudah datang Instrukturnya dan beberapa cewek Direktorat Operasi yang ikut dalam tim Putri. Beberapa sih kenal, lainnya Ibu-ibu yang badannya masih langsing. Kalau ini mungkin emang rajin Aerobik. Lalu datanglah tim putra DO (Direktorat Operasi) gak full team sih tapi lumayan sih buat latihan dalam waktu yang cuma tinggal sehari aja. Semenit dua menit masih oke lah ya, 10 menit pertama alamak kaki tangan pegel-pegeeel. Aerobik 10 menit nih sama kayak lari lapangan GBK 20 kali. Para newbie-newbie ini semuanya pada ngeluh kaki tangan pada sakit-sakit. Aduh gimana cerita besok ya? Daaaan… kita belum ada kostum… wohohohoh puter akal puter akal gimana caranya biar seragaman nih buat besok. Ampun dah persiapan dadakan banget. Untungnya si Oryza bawa bungkusan bawahan celana buat kita warna krem, atasannya akhirnya biar disepakati ya pake kaos Porseni aja. Sempurna! Tapi… kok kurang eye cathing ya? Diomong-omongin akhirnya gimana nih biar penampilan kita We-O-We gitu diliatnya. Celana pendek krem + baju Porseni kurang menarik perhatian.

Naaah.. si Abie usul pake sesuatu yang dipasang di kepala. Hmmm.. tapi apa? Headband? Dimana belinya? Lama debat masalah performance akhirnya si Oryza sepakat membelikan kita headband dan handband. Well, lumayan lah aku mikir sesuatu yang lain untuk membuat performance kita semakin gila. Karena dari DO kita mengeluarkan dua grup. Satu Grup Incumbent DO 1 yang dulu juara 1 dan personelnya udah terlatih. Lalu Grup DO 2 yang isinya para newbie-newbie ga jelas. wkwkwkw. Jadi sebenernya ga diniatin juga sih dari awalnya, jadinya formasi awal pada ga bisa dan aku salah satunya yang menggantikan formasi kosong di tim putra DO 2. Abis dari sport center belilah gw kertas karton untuk buat tulisan DO untuk identitas kita. Rencananya sih buat ditempelin di HeadBand. Perjalanan sejam + balik kos + pegel-pegel latihan aerobik lumayan juga dirasakan ternyata hehehe. Pas baru saja geletakin badan di kasur liat BBM. Jdieeeeeng… si Oryza kejebak macet di Jakarta dan ga bakal ada waktu buat ke Mall Cempaka Mas cari headband dan handband dan minta tolong ma aku. Yaaah… masa harus balik ke kota Tangerang lagi? Hmmm.. dengan segenap tekad akhirnya aku pergi juga cari barang itu. Untung sampe sana masih jam 9an dan belum tutup. Tapi sayang di Sport Center Shop nya cuma jual handband aja. Headband pake apa ya? Masa pake kerudung cewek dililit-lilit di dahi? Ngooook…

Hari H datang. Mas Ecam manaaaaaa? Paniklah lagi, satu personel belum datang padahal acara mau dimulai. Akhirnya si Stanley yang harus menjadin korban paksaan menggantikan posisi yang kosong mas Ecam. Padahal niatnya dia cuma mau nonton aja. Hahahaha kapoook!!! Dan ternyata mas Ecam baru datang pas banget sebelum perlombaan dimulai, tapi tetep Stanley kok yang perform. Terus terang penampilan kita lumayan eye catching. Tapi eehmmm… malu-maluin sih lebih tepatnya. wkwkwkwk. Soalnya kita mengkombinasikan hal yang tak biasa (bisa dilihat di foto). Tim Putra DO 2 ini ada aku, Abie, Rio, Stanley dan Dian. Daaaan… semuanya gak pernah senam senaman Aerobik. Bener-bener tim nekat ga jelas dan perusak dah wkwkwkw. Gapapa, kan yang penting Fun.

Pas di prosesi lombanya itu bener-bener bikin kepala pusing, sakit perut, kaki tangan pegel, mata berkunang-kunang. Yang paling parah itu ketika haus bener nih ngelakuin aerobik. Gilak! Bukan aku aja sih yang ngeluh. Semuanya wkwkwkwk. Tuh instruktur enjoy-enjoy aja tuh gerakannya. Intinya lomba ini dinilai kekompakan, kecepatan menyesuaikan gerakan dengan gerakan instruktur, endurance dan teknik gerakan aerobik. 20 menitan kali ya semua tim putra senam kayak mau mati sampai akhirnya.. Byar…Peeetttttt. Alhamdulillaaaaah… mati lampu oiii hahahha. Pas banget dikala gerakan kita yang semakin ngawur gegara kehausan dan kecapekan ikut lomba ini. Semuanya pada bersorak senang, sumpah aku seneng banget. Capek banget soalnya kayak romusha jaman penjajahan Jepang. Gerakan aerobik tadi ada yang lebarin kaki selebar-lebarnya. Alhasil celana Dian yang terkenal cukup tambun dan subur robek. Diplesetin deh Aerobik is Celana Ai Robek. Hehehehehehe.

Di tim individu putra setelah lomba kategori grup. Aku lumayan berhasil masuk 10 besar. Tapi ga menang juara setelah di final. Huhuhuhu. Tapi gapapa. Lombanya kan buat fun, porseni GA untuk mengeratkan persaudaraan dan persahabatan di semua direktorat yang ada. Bravo Garuda Indonesia!!!!

Nyummy Table Manners Training

British table manners

British table manners

Setelah agak lama berkutat dengan pelatihan yang agak serius-serius dan menguras pikiran. Finally, gw dapet training yang diluar kebiasaan. Table manners training. Awalnya sih temen-temen kantor pada merasa aneh, kok pake Table Manners Training segala yak? Cukup beralasan sih karena training yang selama ini didapatkan selalu berupa aircraft performance, audit, learning development dsb. jadi begitu tau dapet training yang cukup di luar kebiasaan, yaaah kita excited banget lah ya. Ternyata di akhir training gw menangkap pesan instrukturnya, bahwa diharapkan kita sebagai generasi muda Garuda Indonesia tidak canggung menghadapi jamuan makan resmi. Representasi perusahaan Garuda Indonesia akan dicitrakan dengan bagaimana kita bisa bersikap benar di jamuan makan resmi. Karena lobby-lobby biasanya berawal dari jamuan makan. Disitulah mereka akan melihat dimanakah posisi perusahaan kita dari representatifnya.

Awalnya table manners ini gw dan temen-temen kira cuma materi saja tanpa ada makanan beneran. Eeeeh… ternyata ada makanannya beneran. Semakin happy-lah gw dan temen-temen yang rata-rata gastroholic (kecuali gw). Di training ini instrukturnya cantiiik sekali. ibu Noviyanty dan Ibu Nindya. Beliau berdua adalah FSM (Flight Safety Manager) atau gampangnya Pramugari Senior di pesawat yang bertugas untuk me-lead pramugari atau pramugara lain. FSM di penerbangan biasa disebut FA-1 (baca ; ef-a-wan). Dimana FA itu kepanjangan dari Flight Attendant. FSM bisa pramugari atau pramugara, tergantung mereka lolos tes FSM. Jadi setiap pramugara atau pramugari senior belum tentu lho menjadi FSM.

Table Manners Training Garuda Indonesia

Table Manners Training Garuda Indonesia

Duo instruktur ini kelihatan masih mudaaaa banget, padahal umurnya sudah 40an keatas. Tapi masih kelihatan umur 20an gitu deh. Hahahaha. Intruktur utama adalah Bu Novi yang cantik dan luwes. Cara berbicaranya khas motivator yang bener-bener princess. Gw ampe bingung mendeskripsikannya. yang pasti dari cara berbicara, cara berjalan, cara bersikap selayaknya putri. Jadi bener-benr B-E-H-A-V-E. Beda kali lah ya sama temen-temen kantor yang geratakan wkwkwkwk.

Dalam tatacara makan atau menghadiri gala dinner atau makan malam yang resmi, pastinya kita harus berdandan semaksimal mungkin. Menyesuaikan baju yang harus dipakai, gaun untuk perempuan dan clutch, jas, dasi kupu-kupu dan setelan resmi untuk lelaki. Tips dari Bu Novi nih, sebelum masuk ke ruangan gala dinner, tamu wanita sebaiknya ke rest room (toilet bahasa kasarnya) untuk memperbaiki dandanan dan melakukan girls thing lainnya. Kenapa wanita menjadi yang utama harus ke rest room sebelum masuk ruangan gala dinner. Karena kalau wanita ini urusannya agak ribet bin riweuh yeeeh. Soalnya apa? Kalau wanita nih mau duduk, kaum pria harus berdiri lalu pria yang terdekat akan menarikkan kursi bagi perempuan untuk duduk. Tapi biasanya kalau gala dinner sih ada waiter yang akan menarikkan kursi. In case ini ga ada waiters jadi pria disitu yang harus melakukan tata cara tadi. begitu juga kalau mau pergi dari meja, pria di meja itu harus berdiri dan yang terdekat harus membantu wanita berdiri. Naaaah… behave banget kan? makanya tuh cewek kalau beser bocor mending bawa pampers aja atau di-kateter (wkwkwkwkw). Bolak-balik ¬†berdiri narikin kursi apa ga bete? iya nggak? hehehehe

Sebelum gala dinner biasanya akan ada welcome drink, ini dimaksudkan agar para tamu yang menunggu acara gala dinner tidak bosan dan makan angin aja. isi gitu lah dikit-dikit sama welcome drink. Dan biasanya sih cocktail ya welcome drinknya. Cocktail itu minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman non alkohol. jadinya agak light gitu lah sebagai hidangan penyambut. Well, setelah duduk di deapn meja kita bakal ada berbagai macam cutleries (alat makan) yang lengkap. Peraturan pertama adalah, Gunakan dari alat makan paling luar. Kebetulan di training ini kita dapet susunan makanan seperti ini : Appetizer – Soup – Main Course – Coffe/tea & Praline Chocolate – Dessert.

Susunan makanan di atas yang standar ya, karena terkadang ada jamuan makan dengan appetizer dua kali, disebutnya cold appetizer dan hot appetizer. Tibalah appetizer akan datang, tapiii sebelum appetizer dateng, ternyata waiter mengedarkan butterrosset (mentega yang dibentuk bunga mawar ke piring kecil sebelah kiri). Sebenernya gw ga yakin butterrosset penulisannya gimana, tapi yang gw denger sih begitu dari instruksturnya dan beliau bilang butterrosset itu bahasa Perancis. Jadi kalau salah penulisan “butterrosset”-nya, kalian anggep bener ya? Heheheehe. Lalu setelah itu waiter datang membawa keranjang berisi roti dua macam, ada yang berbentuk potongan pipih dan roti utuh berbentuk bulat tapi kecil ukurannya. Otomatis dong ya kita langsung ambil butter spreader (pengoles mentega kecil diata piring sebelah kita) untuk colek tuh butterrosset lalu diolesin ke rotinya, kebetulan gw pilih roti yang dipotong pipih itu. Setelah habis, instrukturnya bersuara agak lantang, “Well, kalian salah semua!!!” sambil terteawa puas gitu ngeliatin kita kayak anak keil ketangkep basah pipis di celana. Pada bingung dong salahnya apa hahaha.

Butterrosset & Butter Spreader

Butterrosset & Butter Spreader

Kesalahan pertama adalah pada pemilih roti pipih, nih roti namanya garlic bread. Konon garlic bread buatan Aerofood ACS Garuda terkenal enak dibanding buatan catering airline dimanapun. Wow! Jadi, garlic bread ini hukumnya haram diolesi butterrosset lho sodara-sodara. Garlic bread ini langsung santap aja ga pake oles-oles. Nah beda sama roti berbentuk bulat kecil itu, roti ini cara makannya adalah dipegang oleh tangan kanan, lalu cubit sedikit pakai tangan kiri, letakkan roti di tangan kanan ke piring, tangan kanan beralih ambil butter spreader dan colek mentega lalu oleskan ke roti kecil yang dicubit di tangan kiri, lalu boleh dimakan. Ulangilah ritual tadi sampe roti abis. Ribet? Buangeeedhdhdhdhdh…. Susah amat yeeh naek kasta dikit. Saran gw sih mending request garlic bread aja, lebih simple daripada lu harus bolak balik cubit, letakkan, oles-oles berulang ulang. Lucunya lagi, ada temen kantor yang pake garpu, padahaaaalll harusnya pake tangan aja makan tuh roti-roti.

Garlic Bread

Garlic Bread

And taraaa…. datanglah appetizer. Ternyata kita mendapatkan salad dengan potongan baked bread dipotong kecil dengan truffle dan irisan-irisan kecil daging asap, dressingnya mayonnaise yang dihias acar yang rasanya aseeem. Nah ini kita makannya ini pake bagian terluar alat makan, pisau salad di tangan kanan dan garpu salad di tangan kiri. Nih salad kan sebenernya gado-gadonya orang bule ya tapi porsinya ga niat gitu dan kalau makan gado-gado kita kan makannya pake sendok. Ini makan pake garpu ma pisau, ga nampol lah. Jangan lupa, tidak boleh sampai habis walaupun lu bener-bener laper. Sisain lah dikit-dikit garnishnya ya, pokoknya jangan sampai tuh piring licin tandas. Bagian ini gw dapet review cara memegang cutleries yang agak ke atas, gw merasa udah normal sih jarak tangan gw ke meja. Tapi ternyata terlalu tinggi, peraturannya yang pasti kedua tangan tidak boleh menempel ke meja ketika makan.

Cara memegang alat makan yang benar

Cara memegang alat makan yang benar

Lalu cara memegang gelas minum (water goblet) ada caranya juga. Cara pegangnya berbeda dengan cara memegang gelas wine. Ribet banget yuuuh… hahahaha. Menu kedua adalah Zuppa Zuppa Soup. Cara memakan Zuppa soup ini cukup gampang tapi susah, dia hanya memerlukan satu sendok kecil aja yang dipegang sebelah kanan tangan kita dan tidak ada pasangannya di sebelah kanan. Cara memakannya adalah dengan menusuk bagian tengah roti penutup supnya lalu diaduk terlebih dahulu untuk menurunkan semua roti penutupnya. Cara mengangkat supnya adalah dengan menyendoknya dari dalam ke luar (ga boleh kebalik) lalu sendok diangkat dan dimakan sedikit demi sedikit. Hati-hati panas yaaa… jadi cek suhunya sebelum lu mempermalukan diri lu sendiri gegara lidah lu kebakar bengkak-bengkak wkwkwk.

Zuppa Soup

Zuppa Soup

Kenyang? Nggak sih, yang ketiga nih mantap. Main course kita adalah tenderloin steaaaaaaak… yeiy. Tenderloin steak kita ini dibuat dari daging pilihan dari New Zealand. Dengan paprika iris, brokoli, wortel berbentuk bunga dan kentang yang diris besar-besar. Sausnya enak banget lah, saus lada hitam dan jamur mushroom. Makanlah kita dengan hati-hati sekali menjaga agar tak berdenting alat makan kita. Tangan kanan pegang pisau steak, tangan kiri pegang garpu. Cara mengirisnya harus dari pinggir kiri dengan posisi pisau diatas garpu. Jadinya kalau pisau diatas garpu tidak akan menghalangi pisau yang akan mengangkat irisan daging steak. Rasanya masyaallaaaah… ini bener-bener steak paling enak yang selama ini pernah gw makan. Gilaaak… nasi mana nasi? Bisa nambah 3 piring gw nih. Tapi sayang hanya khayalan saja, gw dan yang lainnya pasti makan dengan terpaksa karena diatur-atur. tapi yang penting enak lah yaaa. silent code di amin course dan appetizer ini adalah, jika pisau dan garpu disejajarkan menhadap arah jam 11, maka artinya kita sudah selesai.

Abis main course, waiter menyajikan cangkir dan sebaki kecil gula putih, gula merah dan pemanis buatan. Seteko kecil susu murni, seteko kecil lagi creamer cair. Lalu ada satu lagi semangkuk kecil potongan jeruk untuk membuat lemon tea. Silent code nya adalah jika kita membalikkan cangkir di atas piring cangkir, artinya kita ga mau dituangin kopi atau teh. Chocolate praline itu coklat biasa dan ciklat putih sebagai teman minum kopi atau teh. Dih kompleks amat ya… biasanya abis makan coklat mah lidah bakal mati rasa rasain kopi atau teh.

Praline Chocolate

Praline Chocolate

Naaaah… beberapa saat setelah itu, hidangan penutup dihidangkan. Dessertnya bikin ngileerrrr… Kita dapet eskrim dengan buah blueberry dan mint diatas cup eskrim nya. Dibawah eskrim strawberry itu ada crepes (roti dadar)yang dalamnya ada kacang merah halus. Di ujung piring ada dua lelehan saus nanas dan saus strawberry dan buat cherry. Wuaaaah… karena mepet jumatan akhirnya kita sikat habis buru-buru nih dessert. Hahahaha

Kegiatan table manner ini gila keren banget, Antara makanannya dan instrukturnya yang teopebegete gitu pokoknya bener-bener keren banget. Hahahahaha. Pulang ke kos eh kelaperan lagi membayangkan steak yang super duper enak itu. Yang pasti perhatikan cara makan lu jangan bersendawa sembarangan, kalau kelepasan say sorry lalu terjun ke jurang aja biar ga malu. Jangan sampai mendenting-dentingkan alat makan, biar lu gak dikira pemain musik akustik. Jangan mengecap-ngecap khawatir lu dikira bakal acapella pas mau makan. Sebelum makan say selamat makan pada sekelilingmu. Ajaklah bicara ketika yang akan diajak bicara tidak sibuk makan. Semua alat telepon dimatikan aja jangan sampai berbunyi.

Jadi itu sekilas laporan peserta training Table Manners yang diadakan di Garuda Indonesia Training Center. Enjoy the NEW You…..

prialatte@office

So Random

dicuplik dari mushir.deviantart.com

dicuplik dari mushir.deviantart.com

Ada satu hal yang sering aku pikirkan tentang langit yang kadang muram dan cerah. Mungkin gak sih sebenarnya dunia adalah selayaknya manusia dimana sebenarnya kita manusia adalah parasit seperti kita menganggap bakteri dalam tubuh kita? Jadi kita pikir kita adalah manusia yang hidup di dunia, berinteraksi dengan manusia lainnya dan hal-hal lainnya. Padahal sebenarnya kita adalah mungkin sekumpulan parasit bagi sewujud alam semesta itu sendiri. Seperti bakteri yang cuma numpang hidup dan berkembang biak tanpa tahu sebenarnya seperti apa sih rupa inangnya. Who know’s?

Oke, cuma intermezzo…

Seminggu kemarin adalah masa yang cukup memusingkan bagiku, diantara ¬†rutinitas yang melelahkan. Ada banyak hal tak terduga yang bikin surprise dan pusing. Detilnya sih tak perlu dijabarkan. Cuma dinamika hidup, kadang manusia ada masa-masanya untuk jaya dan ada kalanya lagi dibawah. Untuk ukuran manusia cuek, mungkin aku ada di level pertengahan. Karena aku masih cukup kepikiran terhadap suatu masalah. Aku sebenarnya ga yakin apa sih yang ada di pikiran seseorang yang tak pernah memikirkan hidupnya? Apakah dia benar-benar melepas pikirannya atau gila? Kupikir tak ada orang yang benar-benar cuek terhadap masalahnya. Hanya perbedaan persepsi seseorang berpikir orang lain tak pernah memikirkan berat terhadap permasalahannya. Ada yang benar-benar kepikiraaan.. ada yang dipikirkan cuma pas lagi pengen galau aja. Masa iya? Iya kali… tuh buktinya masih banyak orang yang masih bisa haha hihi walau masalahnya cukup berat (menurut orang kebanyakan).

Momen Idul Adha kemaren pertama kalinya kulewatkan tanpa Bokap. Kehilangan itu pasti, kenangan selalu ada muncul dengan sendirinya kapanpun dia mau tanpa melihat situasi dan kondisi. Momentum tertentu hanya membantu kita mengingatnya kembali. Selebihnya nothing special… walau kadang ada sudut hati tersembunyi menangis sedih mengingat kepergian Bokap. But what can I do to fix this? I can’t do anything. Kalau di lirik Setapak Sriwedari mengatakan melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara. Kalau aku, menangis tanpa terisak seperti pedih tak terucap… Pathetic! Tapi Fatihah selalu kupanjatkan dalam setiap persimpuhanku pada Tuhan untukmu Ayah. Semoga kau selalu menerima bingkisan kecilku setiap hari Ayah.

melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara

Berita di televisi tidak cukup menarik perhatianku. Aku benci media yang kadang terlalu lebay memberitakan sesuatu yang sebenarnya kalau tidak di-blow up pasti gak akan sebesar itu. Tapi di satu sisi aku sangat berharap media akan lebih memprioritaskan pada hal-hal substansial yang mempunyai dampak luas memberikan kemudharatan bagi masyarakat. Bukan yang cuma antara dua orang bertikai sehingga di-blow up eh malah menyeret orang lain dan masalah menjadi runyam. Kenapa sih media kadang bisa dibeli? Padahal yang kuingat dulu ketika pelajaran jurnalistik, aku selalu didoktrin bahwa jurnalis harus netral dan berimbang. Nah sekarang tren 2013 beda kali yak? Mau protes rasanya kok aku merasa sendiri. Tapi jujur aku sebal dengan kondisi media saat ini. Uang memang lebih penting dibandingkan sebuah idealisme. Yaeyalaaah kale, emang hare gene situ bisa idup pake idealisme? Kagak lah! Bayangkan deh ke Mall mau beli baju pake idealisme. Aku yakin tuh pramuniaga planga-plongo diam menganggap kita gila. Entah kenapa sampai titik ini aku merasa permisif dan menganggap itu hal biasa. Tapi akan sebal lagi ketika melihat tayangan berita tak berimbang.

Omong-omong tentang menyebalkan, dulu aku pernah punya teman yang sangat menyebalkan. Semua orang menjauhinya, tapi sayangnya aku selalu gak bisa. Entah bodoh atau goblok, aku masih berteman dengan dia walau sifat menyebalkannya itu masih ada baik ke aku atau ke orang lain. Yang pasti, di dunia ini ada dua macam manusia. Manusia pertama adalah manusia yang memahami perasaan dan egonya sendiri dan perasaan serta ego orang lain, sehingga orang ini disebut dengan orang baik. Manusia kedua adalah manusia yang hanya mampu memahami perasaan dan egonya sendiri, orang ini pada akhirnya disebut orang jahat. Jadi, kesimpulannya adalah pada dasarnya manusia selalu paham terhadap perasaan dan egonya sendiri. Jikalaupun dia memahami perasaan dan ego orang lain, maka itu disebut sebagai abnormalitas. Jadi orang-orang baik sebenarnya adalah abnormalitas diantara kelaziman yang ada. Gak percaya? lihat saja buktinya lebih banyak orang yang menyebalkan dibanding yang tidak. Lebih banyak orang jahat dibandingkan yang baik. Well, aku jadi merasa aku selalu dikelilingi orang-orang yang baik. Itu menandakan aku hidup dalam lingkungan yang abnormal. Maybe! Kadang kita membutuhkan pemikiran terbalik jika yang masuk akalpun kadang menjadi tak lagi berlaku.

Orang mengatakan Tuhan selalu memberikan dinamika dalam hidup, karena sebenarnya Tuhan ingin agar kebosanan menjadi sebuah hal yang tidak abadi.  Aku membayangkan ada seseorang yang bosan hidup bahagia lalu dia berharap akan ada satu titik dia bisa move on. Lalu ketika Tuhan kasih dia titik balik. Orang itu akan berkata bahwa ini yang dia cari-cari selama di hidupnya. Lalu Tuhan kasih lagi kesedihan terus menerus hingga orang tersebut merasa bosan untuk menangis dan bersedih. Disitulah akhirnya dia menyerah bosan dan mengutuk hidup. Ketika itu mungkin Tuhan tertawa melihat ketidakkonsistenan manusia. Tidak ada seseorangpun yang konsisten. Jadi ketika kita menemukan seseorang yang tidak konsisten dan menghujatnya, bukankah sebenarnya dia juga menertawakan dan menghujat dirinya sendiri? Toh sama-sama manusia bukan? Bukankah hal ini yang sering kita lakukan, berpikir bahwa pribadi ini yang setidaknya telah melakukan hal yang cukup benar dan sedikit melakukan kesalahan dibanding orang lain. Padahal papan skor amalan-amalan tak pernah dipampangkan di depan mata manusia oleh Rakib dan Atid bukan? Manusia kadang menjadi hakim amatir buat lingkungannya.

Kemarin malam aku bermimpi menjadi seorang penyanyi yang sekilas kuingat suaraku mirip perpaduan vokal Afgan dan vokalis Maliq d’Essential. Bagus? Iya banget. Album mereka kan selalu best seller? Iya sih! Trus maksudnya apa? Entahlah, aku merasakan dalam setiap diri manusia, prestige adalah hal yang indah dan membahagiakan. Tapi kenapa aku bermimpi penyanyi? Kenapa bukan menjadi Presiden? Politisi? Toh sama-sama terkenal dan lebih intelek dibanding menjadi penyanyi? lalu aku merenung, mungkin seorang penyanyi selalu memberikan kebahagiaan. Nyanyian adalah wujud kebahagiaan. Bahkan lagu sedih sebenarnya adalah kesedihan yang sebenarnya dibuat menjadi lebih bahagia dalam susunan nada. Lagu sedih adalah satu bentuk ke-elegan-an kesedihan dibanding raungan keputusasaan. Tak apalah penyanyi dibanding Presiden dan politisi. Mereka kadang cuma memberikan kesedihan tanpa memberikan kebahagiaan yang cukup berarti.

prialatte @office

C-I-N-T-A, Cerita Indah Nan Tiada Akhir

Wedding, Prewed, Pre Wedding, Wildan, Anis

Jodoh…

Sepatah kata yang terkadang membuat seseorang akan berpikir keajaiban ciptaan Tuhan yang ditakdirkan untuk kelak hidup bersama. Untuk memadu kasih sayang dan melahirkan keturunan luar biasa yang akan mengubah dunia menjadi lebih baik. Bernaung di bawah ridho Allah, maka kasih sayang ini menjadi begitu nikmat dan syahdu.

Aku masih ingat dengan sangat ketika masih kecil, aku bermimpi mempunyai istri yang cantiknya seperti Pai Su Cen (Bai Su Zhen). Simple saja alasannya, karena Pai Su Cen cantik dan keibuan. Drama serial Siluman Ular Putih memang pada saat itu sangat booming, dan aku salah satu penggemarnya. Jika dipikir, seorang anak umur 8 tahun memimpikan seorang pasangan kelak hari memang aneh. Tapi pada saat itu apalah artinya sebuah imajinasi yang ada dalam benak seorang anak umur 8 tahun, bukan?

Seiring dengan berjalannya waktu, hasrat terhadap Pai Su Cen sedikit demi sedikit menghilang seiring dengan tamatnya drama serial itu. Pai Su Cen dulu yang sangat aku sukai telah menjadi seonggok kenangan dan imajinasi masa kecilku. Wanita dengan mata berbinar-binar dan penuh kehangatan. Wajah cantik dengan bibir yang selalu tersenyum dan dibalik kecantikannya dia menyimpan kekuatan yang tiada tara. Imajinasi yang indah dan penuh pengharapan dari seorang anak kecil.

Pre Wedding, Prewedd, Wildan, Anis, Pre Wedding

Memasuki masa pubertas, masa indahnya dunia penuh cinta. Masa inilah yang menjadi titik paling tak terlupakan perubahan rasa kagum menjadi hasrat yang teramat kuat untuk memiliki. Mungkin disinilah aku dan jutaan pemuda-pemudi lainnya mulai mendefinisikan apa itu kasih dan sayang serta…. C-I-N-T-A. CINTA, Cerita Indah Nan Tiada Akhir. Seuntai kata yang mempunyai daya magis luar biasa. Kata yang bisa mengubah dunia suram menjadi hari yang penuh warna, penuh cerita dan penuh tawa. Sebuah kata yang mampu seseorang yang kasar menjadi lembut, Seseorang yang pemarah menjadi penyayang. Serta hal-hal lain yang mampu diubahnya 180 derajat. Itulah cinta… Tiada ada yang menandingi kekuatan cinta dalam mempengaruhi dunia.

Apakah kalian pernah melihat seorang lelaki berlari di tengah deraian hujan ¬†di antara gedung perkantoran? atau seorang wanita pedagang asongan yang tak lelah menawarkan dagangan pada penumpang kereta? atau seorang lelaki tua membawa segunung barang bekas di atas sepeda usangnya untuk ditukar helai rupiah? Apa yang menggerakkan mereka? CINTA!!! Tidak ada lain… Sebegitu dahsyatnya cinta mampu memberi energi pada dunia.

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

– maudy ayunda – perahu kertas –

Masa-masa kuliah bagiku adalah masa tersuram bagiku. Diantara serpihan-serpihan kertas makalah dan praktikum dan jadwal rapat organisasi. Hampir tidak dapat kutemukan definisi hidup ini sebenarnya untuk apa. Hingga pada suatu saat diantara kejemuanku dalam mengerjakan tugas di lab kampus, dimana pada saat itu aku tak punya laptop atau pc pribadi sedikitpun yang notabene adalah  barang yang harus dipunya mahasiswa yang berkuliah di jurusan IT. Tanganku secara reflek mengetikkan kata Cinta. Ribuan artikel tersaji didepanku. Menjanjikan segudang cerita cinta untuk kucerna. Namun apa itu yang kucari? Bukan! Mungkin lebih tepatnya aku tidak tahu di antara kebuntuanku.

Wedding, Prewed, Pre Wedding, Wildan, Anis

Aku tertunduk malu. Ketika sebuah tulisan bertanya secara retoris. “Siapa jodohku?” dalam hatikupun aku tak akan pernah tahu. Di bayanganku kembali pada memori masa kecilku. Kelebatan memori berjalan begitu cepatnya sementara aku menerka-nerka siapakah yang akan menjadi wanita masa depanku. Apakah dia akan datang dari teman masa kecilku? Apakah teman sekolahku? Atau seseorang diluar sana yang tidak mungkin aku tahu? Orang asing yang berbeda kewarganegaraankah? Mungkin, mungkin ¬†dan mungkin. entah kenapa lagu yang sering kudengar saat itu adalah Dygta – Kesepian. Lagu yang cukup menyentuh! Setidaknya buatku! Ya! Buatku…

Bebaskan aku dari keadaan ini, sempurnakan hidupku dari rapuhnya jiwaku
Adakah seseorang yang melepaskanku dari kesepian ini

– dygta – kesepian –

Lalu lagi dan lagi rasa penasaran itu tertelan dan berlalu begitu saja. Aku menyadari aku adalah orang yang hanya mampu menyukai dalam hati namun tak pernah bisa mengungkapkan dengan gamblang apa yang kurasakan. Semua keinginan itu lambat laun terpendam, sementara kadang kesepian itu menggerogotiku perlahan-lahan dari dalam dan hanya menunggu waktu untuk meledak tak tertahankan.

Tapi apa akhirnya kini?

I found her… in my last loneliness…

Wanitaku yang kini mendampingiku di atas pelaminan adalah wanita luar biasa yang ditakdirkan bagiku untuk hidup bersama. Dia adalah seseorang yang membangkitkan kenangan masa kecilku. Memberikanku kebahagiaan tiada tara ketika ku memandangnya. Bahkan ketika ku hanya mendengarkan suaranya. Masih lekat dalam ingatan kita berdua, lagu jodoh pasti bertemu adalah lagu nostalgia masa-masa perkenalan kami. Entah mengapa aku begitu percaya jika jodoh pasti akan bertemu, walaupun terpisahkan oleh apapun. Penggalan lirik lagu itu kukirimkan pada dia yang notabene penggemar Afgan.

Jika aku bukan jalanmu, Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu, Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu

– afgan -jodoh pasti bertemu –

Pertanyaan yang dulu kusimpan dalam sudut ketidaktahuanku tentang “Siapa jodohku?” terjawablah sudah. Tuhan begitu hebat membuat semuanya menjadi indah pada waktunya. Teriring ijab kabul kuhaturkan doa pada Allah semoga pernikahan ini berkah bagi kami berdua dan orang-orang di sekitar kami. Amin

For my Love, Anis Sakinah Utami… I LOVE YOU

Wedding Wildan, Anis Sakinah, Adat Keraton

Galau Tong Sampah

galau tong sampah

Kadang aku bertanya, kenapa ada begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia padahal diri ini bisa memanfaatkannya dengan seefisien mungkin. Berlari-lari dalam rutinitas sehari-hari memang terkadang membuat jenuh dan penuh dengan tekanan yang seharusnya tak usah digubris. Toh tekanan atau bukan itu yang membuat adalah paradigma kita sendiri. Mau membuat masalah menjadi hal sepele juga bisa. Cuma bagaimana mengolahnya dalam alam pikir hal besar menjadi simple. Toh setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Kadang aku berpikir, apa sih yang ada dalam pikiran orang besar. Yang memegang jabatan penting, yang terkenal, yang kaya dan mungkin mempunyai fans banyak? Kalau aku menjadi seseorang itu apakah aku akan bisa menjalaninya? Pertanyaan-pertanyaan itu kadang menjadi pengantar tidur yang tak berkesudahan aku memikirnya. Mungkin akan terhenti untuk sementara ketika aku tidur. Lalu akan berlanjut pada momen menjelang tidur lagi esok-esoknya lagi. Aku tak bisa tidur sebelum benar-benar berpikir! Menyedihkan! Mungkin…

Dari proses berpikir itu aku lalu berpikir lagi. Bahwa aku termasuk seseorang yang sering melontarkan dan menyusun konsep namun lemah di eksekusi. Lalu aku berpikir lagi, apakah aku terlalu nyaman berada di zona nyaman seperti ini? Apakah ini zona nyamanku? Tidak mau merambah hal lain yang benar-benar baru? Mungkin aku butuh tantangan? Maybe! Oh itu pasti! Tidak juga sih! Oh no..! Harus!

Pernah ga sih kalian merasa galau ketika melihat seseorang mempunyai kemampuan ini itu dan kamu tidak menyamainya walaupun berusaha sekuat tenaga? Kalau aku jawabannya “kadang-kadang”. Kadang merasa galau merasa bodoh sendiri. Kadang merasa itu merupakan kelebihan dia saja dan aku tak usah juga repot-repot menyamainya. Toh setiap orang pasti diciptakan dengan kelebihannya sendiri-sendiri. Case closed! Stop thinking that damn thing!

But wait… I can’t stop thinking that…. Kegalauanku saat ini adalah kenapa aku selalu merasa ada dalam posisi di tengah-tengah? Bisa sangat begitu bersemangat dan berusaha menjadi “super” tapi terkadang menjadi begitu tidak semangat merengkuh apa yang kucita-citakan. Belum lagi ceramah-ceramah dan artikel yang menahbiskan dengan semangatnya bahwa ketika kamu merasa galau dan tak bersemangat. Itu menandakan kamu jauh dari Tuhan. What!!!? I am not atheist or agnostic. Lalu kenapa mengaitkan kegalauan dengan keimanan?

Memikirkan banyak hal hingga sedetail-detailnya terkadang sangat melelahkan. Dulu kita terlahir ke dunia dengan kompetisi. Ketika beranjak besar dan tiba waktunya untuk sekolah. Kita didoktrin oleh guru-guru dan orang tua bahwa kita harus menjadi ranking satu. Karena ranking satu adalah berarti kita pandai, kita paling hebat di kelas dan akan menjadi murid kesayangan para guru. Hal tersebut yang melekat di kepalaku. Sehingga akhirnya tanpa disadari hal tersebut menjadi sebuah dogma keharusan yang benar-benar mendekati kewajiban. Yang bodoh tak akan selamat menjalani dunia. Akhirnya apa? Kita sekuat tenaga berkompetisi. Lalu di satu momen ketika kalah dalam kompetisi. Marah dan kecewa dan menangis akan terjadi. Wow… dramatic!

Begitu seterusnya kompetisi akan terus ada. Disatu sisi “The Winner” akan melenggang dengan membusungkan dada. Sedangkan “The Loser” akan berdiri di pinggir untuk dengan terpaksa bertepuk tangan yang digegap-gegap gempitakan. But hey… kita melupakan satu hal. Bukankah ada golongan orang yang cuek? Orang yang akan begitu senang terhadap keberhasilan seseorang dengan sebenar-benarnya senang. Tanpa ada rasa ingin menjatuhkan dan tanpa rasa tak senang sedikitpun? Inilah mentalitas yang diharapkan. Mereka cukup puas dengan hidupnya. Tanpa melihat bagaimana kesenangan orang lain lalu merasa iri. Was that exist? Dunno! Maybe at another planet! Pathetic!

Banyak orang di sosial media menumpahkan perasaannya menjadi seseorang yang penuh rasa kecewa dan dpresi. Mereka dengan mudah menumpahkan kesedihannya dan membiarkan seluruh dunia tahu bahwa mereka menderita. Manusia lebih senang membagi kesedihan dibanding kebahagiaan. Manusiawi! Menjadi “the Winner” and “The Loser” itu sebuah pilihan. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Menjadi bingung adalah sebuah kepastian. Namun ketika hal tersebut tidak menyisakan pilihan untuk dipilih. Maka itulah yang terbaik.

*Postingan ini tidak ada benang merahnya dari paragraf awal dan akhir. Hanya pelampiasan kecepatan berpikir yang tidak diikuti oleh kecepatan mengetik. Suatu saat aku akan menciptakan alat dimana pikiran akan langsung menjadi tulisan bahkan menjadi video visualisasi. Keep dreamin’!

Prialatte @antah-berantah

Orientasi Pegawai Garuda Indonesia Batch 9

Pesawat Boeing 777-300 ER, Newest Fleet of Garuda Indonesia

Pesawat Boeing 777-300 ER


Banyak hal yang harus diceritakan namun keinginan untuk menulis lagi parah-parahnya. Jadi daripada ga keisi nih blog aku tulis aktivitasku bekerja. Padahal di otak nih banyak ide. Banyaaaaaaaaak sekali. Banget banget banget. Aku berpikir suatu saat aku akan menggagas sebuah alat yang dikendalikan oleh pikiran. Yaaah gunanya agar orang ga perlu bersusah susah pake laptop atau gadget gede gede untuk sekedar bikin blog dan menulis isi blognya. Di alam pikiranku bentuk alat ini seperti google glass. Namun fungsi utamanya adalah membuat pikiran seseorang menjadi tulisan. Jadi kalau SIRI nya iPhone itu speech to text, maka kalau alat ciptaanku itu “Think to Text”. Dari proses berpikir langsung terketikkan menjadi deretan text. Nanti alat ini kuberi nama TITET singkatan dari Think to Text. ………………………(hening)…………………………

Jadi judul postinganku di atas itu hadir ketika aku mengikuti orientasi untuk pegawai. Orientasi ini konon merupakan persyaratan untuk mendapatkan gelar pegawai tetap. Kalau di training FLY-HI kita diajari hal paling basic yang harus dipunyai dalam sikap insan Garuda (Training FLY-HI). Nah, orientasi mengkolaborasikan sikap-sikap FLY-HI tadi  dalam penjabaran bisnis Garuda Indonesia ke depannya. Bagaimana tantangannya, bagaimana strategi perusahaan saat ini. Apalagi perusahaan sedang mempersiapkan layanan First Class yang akan dibawa terbang oleh pesawat yang akan datang B777-300 ER. Semuanya dijelaskan untuk memberi pemahaman mau dibawa kemana sih perusahaan kita sebenarnya saat ini. Kasarannya sih begitu. Acaranya menarik banget bisa ketemu banyak orang dari berbagai latar belakang pendidikan dan unit kerja. Ada yang cinlok, ada yang naksir-naksiran. Puuufhhh dasar anak ABEGE.

Selepas dari training itu kita diberi pertanyaan yang harus disubmit untuk mendapatkan SERTIFIKAT. Mau tau? Simak aja ya, kali aja bisa membantu menjawab pertanyaan serupa (bagi pegawai yang ikut acara serupa).

Apakah strategi Garuda bergabung dengan SkyTeam sudah tepat? Jelaskan dengan alasan dan latar belakang yang mendukung strategi tersebut, serta kerugian Garuda bila tidak menjadi anggota SkyTeam!

Jawaban :

Penumpang pesawat sangat demanding. Kedepannya persaingan antar maskapai pun baik domestic maupun internasional juga akan semakin ketat untuk merebut hati pelanggan menggunakan jasa penerbangan mereka. Pelanggan yang teredukasi dengan baik mengenai dunia penerbangan pasti akan memperhitungkan aspek keselamatan, kenyamanan serta keluasan jaringan yang disediakan oleh maskapai. Untuk pasar yang menyasar pangsa domestic, mungkin aspek keselamatan dan kenyamanan sudah berhasil disediakan oleh maskapai-maskapai competitor. Namun keluasan jaringan menjadi factor penarik untuk calon penumpang yang tak ingin repot repot mencari penerbangan antar maskapai yang tidak saling terintegrasi satu sama lain. Penumpang menginginkan kepraktisan yang tidak mengganggu kenyamanan perjalanan jauh mereka. Dengan bergabungnya Garuda Indonesia dengan jaringan SkyTeam, Garuda bisa mendapatkan calon penumpang dan destinations luar negeri yang selama ini belum terjangkau oleh network Garuda. Hal itu juga tentunya akan memperlebar dan mempermudah akses penerbangan ke seluruh dunia untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang. Dibanding dengan pengadaan pesawat dan pembukaan rute baru yang kemungkinan tidak begitu untung dan mengangkut sedikit penumpang. Dengan aliansi ini Garuda tidak harus terbang ke seluruh kota di dunia tetapi cukup terbang ke hub maskapai mitra, nantinya penumpang akan melanjutkan penerbangan ke negara tujuannya menggunakan maskapai tersebut. Sebaliknya, maskapai asal Amerika, Eropa atau Afrika yang masuk aliansi tidak harus terbang ke seluruh kota di Asia Pasifik, karena penumpang yang mempunyai destinasi ke Asia bisa dilayani Garuda Indonesia. Semua penumpang akan disuguhi dengan layanan Garuda Indonesia yang benar-benar Indonesia baik dari aspek sight, sound, smell, taste dan touch. Salam keramahtamahan khas Indonesia serta aromatherapy dan ornamen-ornamen batik dan bambu khas Indonesia.

Kerugian Garuda jika tidak menjadi angggota SkyTeam yaitu :

Garuda Indonesia akan kalah bersaing di pangsa pasar Internasional. Sehingga akan kehilangan revenue  untuk rute internasional. Selain itu, dengan bergabungnya Garuda Indonesia dalam aliansi SkyTeam akan menegaskan Garuda Indonesia sebagai Global Player. Dengan begitu akan menaikkan kelas Garuda sebagai maskapai yang bonafid.

Menurut Anda, bagaimana strategi Garuda jangka menengah dalam menghadapi ASEAN Open Sky 2015 yang akan datang? Apakah rekomendasi Anda dalam menghadapi situasi tersebut?

ASEAN Open Sky Policy merupakan kebijakan untuk membuka wilayah udara antar sesama anggota negara ASEAN. Singkat kata, ini tidak lain merupakan bentuk liberalisasi angkutan udara yang telah menjadi komitmen kepala negara masing-masing negara anggota dalam Bali Concord II yang dideklarasikan pada KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN tahun 2003. Open Sky ASEAN pasti akan terlaksana. Era keterbukaan dan liberalisasi mau tidak mau harus dilakukan jika ingin meningkatkan prestasi. Kalau tidak justru akan mengancam industri penerbangan nasional itu sendiri yang akan semakin jauh tertinggal dengan negara-negara lain.

Namun ada banyak aspek yang harus dipersiapkan untuk menghadapi ASEAN Open Sky 2015, diantaranya adalah :

Safety
Garuda Indonesia harus tetap mempertahankan sertifikasi IOSA (IATA Operation Safety Audit) agar tetap semakin dipercaya public Internasional.

Fasilitas

  • Perbaikan system pemesanan tiket
  • Kemudahan dalam mengakses layanan website dan pemesanan tiket Garuda Indonesia
  • Mengoptimalkan kenyamanan dalam layanan inflight service Garuda Indonesia
  • Memberikan layanan berkualitas yang memberikan value added bagi pelanggan
  • Menambah rute penerbangan internasional dan rute baru domestic yang potensial dengan destinasi wisata yang memukau
  • Peremajaan pesawat Garuda Indonesia

 Sumber Daya Manusia

  • Membekali awak kabin dengan pelatihan serta recurrent training yang memadai untuk memberikan layanan yang konsisten
  • Sistem control dan recurrent training bagi cockpit crew
  • Perbaikan system optimalisasi perputaran crew agar lebih efektif dan efisien

 Internasional

  • Bergabung dengan aliansi SkyTeam untuk memperkuat pangsa pasar Internasional
  • Promosi tepat guna dan segmented

Jelaskan dengan lengkap proses Pre-In-Post Journey penumpang Garuda! Berikan contoh konkrit jawaban Anda!

Proses Pre-In-Post Journey penumpang Garuda dalam pengimplementasian ‚ÄúGaruda Indonesia Experience‚ÄĚ terdiri dari 28 touch point.

Pre-journey :

Pre-journey merupakan proses dimana penumpang Garuda merencanakan perjalanan/travel, menentukan schedule dan rute tujuan (destination) serta melakukan reservasi tiket untuk keperluan perjalanan tersebut. Tidak hanya tiket pesawat, Garuda mencoba menawarkan paket perjalanan yang juga meliputi transportasi dan akomodasi. Saat Pre-Journey, Garuda menawarkan pesona Indonesia dengan menghadirkan website bertemakan indonesia, menyediakan informasi travel and reservation tips, custom, immigration, dll. Garuda menyediakan website untuk system reservasi secara online.

Fasilitas yang bisa diakses pelanggan yang ingin membeli tiket bisa melalui media sbb :

  • Website (e-commerce) :Layanan yang diberikan Garuda Indonesia untuk memesan tiket penerbangan seluruh destinasi yang tersedia
  • Call center : Layanan pemesanan dengan dibantu officer
  • Sales office : Pembelian tiket bisa dilakukan di kantor penjualan yang tersebar di beberapa penjuru daerah di Indonesia
  • Garuda Frequent Flyer (GFF) center
  • Service center

Pre-flight :

Pre-Flight merupakan proses antara Pre-journey dan In-Flight dimana penumpang melakukan check-in, pelayanan bagasi, gate, sampai penumpang tiba di pesawat. Sentuhan salam hangat dan pelayanan petugas Garuda akan membantu penumpang dengan baik selama pre-flight ini. Garuda menyediakan layanan self-check in, City-check in dan memanjakan penumpang dengan adanya Lounge.

Fasilitas yang ada dalam proses pre-flight :

  • Ticket Sales (Airport) : Jika calon penumpang ingin membeli tiket di airport maka bisa dilakukan di ticket sales
  • Customer Service Desk : Membantu penumpang untuk bertanya dan memberikan layanan informasi memadai
  • GFF Membership Service : Member GFF akan diberikan pelayanan check in yang berbeda sesuai dengan kartu yang dipegang
  • Check-in Service : Penumpang bisa melakukan chec-in sesuai dengan kategori kartu yang dipegang. Selain itu penumpang bisa melakukan city check-in dan self check-in dengan menggunakan
  • Transfer Desk
  • Executive Lounge
  • Boarding Gate

In-flight :

In-Journey (In-Flight) merupakan proses dimana penumpang Garuda berada di dalam pesawat (on board). Ini proses dimana penumpang merasakan pelayanan selama penerbangan di dalam pesawat. Saat In-Journey, hal menarik dari Garuda Indonesia Experience dapat dirasakan oleh penumpang mulai dari interior pesawat, seragam baru batik awak kabin, lagu-lagu tradisional Indonesia yang telah di rearansemen, makanan dan minuman khas Indonesia, serta aromaterapi dari tumbuhan khas Indonesia yang dapat dirasakan oleh penumpang di dalam pesawat. Tidak lupa, sentuhan salam hangat dan pelayanan awak Garuda membuat penumpang merasakan Indonesia yang sesungguhnya. Disetiap pesawat dilengkapi dengan Audio & Video on Demand (AVOD) atau in-flight entertainment.

Post-flight

Post Flight merupakan proses dimana penumpang telah turun dari pesawat dan tiba di tempat tujuan.

Fasilitas Post-flight

  • Transfer Desk (Transit & Transfer)
  • VOA
  • IOB (Immigration On Board)
  • Fast Track
  • Baggage Service
  • Custom
  • Quarantine

Post Journey

Post-Journey merupakan tahap akhir dari perjalanan penumpang Garuda dimana penumpang telah menyelesaikan perjalanannya. Masa ini merupakan masa dimana penumpang merasakan dan menikmati perjalanan bersama Garuda dan mempunyai kesan yang baik terhadap Garuda (Garuda Indonesia Experience). Saat Post-Journey, Garuda harus memaintain agar customer tetap loyal (customer loyalty) terhadap garuda dan hal ini dapat dilakukan dengan adanya GFF (Garuda Frequent Flyer), customer affair dan penghargaan corporate customers.

Kekuatan (Strengths)

  • National Flag Carrier
  • Kualitas pelayanan penerbangan yang tinggi ‚Äď Garuda Indonesia Experience
  • Pengalaman Garuda Airways
  • Sumber Daya Manusia yang berkualitas
  • Manajemen bisnis dan operasional yang baik

Kelemahan (Weakness)

  • Posisi Garuda Indonesia dalam Pasar Internasional yang kurang booming
  • Sistem IT dalam operasional
  • Indeks kepuasan karyawan yang rendah
  • Employee engagement masih sangat rendah
  • Garuda Indonesia masih banyak terikat dengan regulasi kepemerintahan

Peluang (Opportunity)

  • Penjualan Saham PT. GARUDA INDONESIA ke publik (IPO / gopublic Approval)
  • Pasar domestik baru yang berpotensial besar
  • Pertumbuhan Unit Organisasi dan Anak Perusahaan

 Ancaman (Threats)

  • Munculnya banyak pesaing baru yang menyerang segmen konsumen Garuda Indonesia maupun Citilink Indonesia (low cost carrier)
  • Kehandalan dari DRC (Disaster Recovery Center) dalam mengatasi bencana
  • Konsumen lebih memilih penerbangan dengan cost yang lebih murah

prialatte @GITC Duri Kosambi

Training Fly-Hi Batch 18 Garuda Indonesia

Tim LOLITA the winner at FLY-HI Batch 18

Tim LOLITA the winner at FLY-HI Batch 18

Yuhuuu… sekarang waktunya bercerita tentang training Fly-Hi. Jadi begini, setiap pegawai baru Garuda Indonesia akan diberi pencerahan mengenai sebenarnya apa sih maskapai itu. Bagaimana proses bisnis sebuah maskapai. lalu menjurus kepada identitas dari perusahaan maskapai itu. Disini perusahaan masakapai itu adalah Garuda Indonesia. Dimana populer dengan nama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Training fly-hi ini diprakarsai oleh unit JKTID. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyelaraskan pola, ritme kerja pegawai Garuda Indonesia untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.

Wow… akhirnya aku kembali terbayang masa lalu dimana aku sering belajar teori tentang organisasi. Beberapa pakar menjelaskan apa maksud dari organisasi itu sendiri. Menurut hemat aku, organisasi itu adalah :

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin,metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Disini aku gak akan menjelaskan tentang organisasi itu apa, tapi aku melihat dari perspektifku ketika mendapat training kepemimpinan di PPSDMS. Disitu aku masih inget jelas, Pak Aris Munandar mengatakan “Kalau sebuah organisasi mempunyai visi dan misi ¬†namun hal tersebut tidak tersampaikan ke semua orang, jangankan tau dan hafal, sadar bahwa organisasi dia punya visi misi saja nggak. Maka jangan harap organisasi tersebut akan berjalan mulus”. Hmmmm… aku sangat sependapat sekali dengan beliau. Makanya ketika mendapatkan training ini. Kebuntuan selama tiga bulan keingintahuan aku secara komprehensif terhadap perusahaan maskapai ini akhirnya terjawab sudah. Aku jadi lebih memahami sebenernya apa sih fungsi yang bisa aku lakukan sebagai bagian terkecil dari PT. Garuda Indonesia ini. Maka mulailah aku mencari apa Visi dan Misi perusahaanku ini.

Visi Garuda Indonesia adalah menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia.

Misi Garuda Indonesia adalah sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa (flag carrier) Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan layanan yang profesional.

Everyone knows lah ya bahwa dulu BUMN sarat dengan budaya titipan, korupsi, kolusi dan nepotisme. Namun memang tidak menutup kemungkinan di jaman sekarang hal itu masih belum hilang. tapi setidaknya budaya kerja sudah semakin kondusif serta pengawasan setiap orang dan lembaga hukum juga semakin ketat. Naaah.. untuk membentuk citra baru dan budaya yang sama sekali baru terbebas dari kungkungan orde baru yang penuh KKN dan mental ABS (ceilah). Maka Garuda Indonesia menanamkan budaya baru yang mereka sebut FLY-HI. Ini hal paling basic sebelum melanjutkan ke dalam doktrinasi visi dan misi Garuda Indonesia.

Tarining ini berusaha membentuk karakter dasar seorang pegawai dengan nilai-nilai yang ada dalam FLY-HI itu. Jadi kalau ga sesuai, wah itu gak FLY-HI banget. Istilahnya sih begitu hehehehe. Lalu apa itu FLY-HI?

eFficient & effective
1. Cepat, tepat dan akurat
2. Hemat

Loyalty
3. Disiplin
4. Bekerja keras, cerdas dan tuntas

customer centricitY
5. Ramah, hangat dan bersahabat
6. Tanggap dan Proaktif
7. Kreatif dan Inovatif

Honesty & openness
8. Jujur, tulus dan terbuka
9. Menjaga kerahasiaan perusahaan

Integrity 
10. Konsisten dan patuh pada aturan perusahaan

Di training itu seperti biasa kita harus ada perkenalan. Mulailah aku berkenalan dengan semua orang, karena pada dasarnya sudah beberapa kenal. Jadi ketika ada challenge untuk menyebutkan paling banyak kenal. Aku deh yang maju. Lagian tidak susah menyebutkan nama teman-teman yang sudah kenal. Hehehehe. Banyak teman banyak rejeki.

Setelah itu dimulailah sesi presentasi tentang budaya FLY-HI ini. Lalu semua peserta harus berdiri. ada apa nih? Oh ternyata ada Mbak Inezia Anggraeni dan Mbak Anggia Theodora dua wanita cantik dari unit JKTID memeragakan gerakan-gerakan simbolis dari 10 nilai-nilai FLY-HI itu tadi. Susaaaaah hafalinnya. sepertinya sampe sekarang banyak yang belum hafal. Dan aku ditunjuk maju ke depan untuk memberi contoh. Padahaaaal… aku sendiri ga hafal. Makanya pas memperagakan banyak dibantu mereka.

Setelah sesi tersebut ada sesi yang diisi Pak Syaiful lalu dilanjut dengan Ibu Elis Gamalia, beliau menjelaskan identitas Garuda Indonesia dengan garauda Indonesia’s Experience yang meliputi Sight, Sound, Scent, Taste and Touch. Berikut ini ulasan tentang konsep Garuda Indonesia’s Experience itu sendiri :

  • Sight —¬†Indonesia menawarkan berbagai keindahan untuk para penumpang, termasuk beragam tekstil tradisional yang menyajikan warna cerah, pola indah, serta tekstur unik. Semua ini memanjakan mata, menghadirkan kehangatan di hati dan memberi inspirasi bagi jiwa. Selain itu desain interior yang baru di kabin pesawat Garuda Indonesia memadukan warna-warna alami dan motif tradisional Indonesia yang indah dipandang mata.
  • Sound —¬†Musik dan alat musik tradisional Indonesia adalah cerminan beragam kelompok etnis dan budaya yang hidup damai berdampingan di Nusantara yang luas. Mendengarkan nada-nada unik musik tradisional Indonesia dapat menjadi cara menyenangkan untuk menikmati musik sekaligus memberikan pengalaman khas Indonesia.
  • Scent —¬†Beragam kelopak bunga dan tumbuhan beraroma telah digunakan di Indonesia sejak zaman dahulu. Kini, konsep serupa dipakai untuk aromaterapi dan spa modern. Sementara itu, penelitian terus dilakukan untuk menemukan aroma yang tepat untuk aromaterapi di kabin pesawat. Semua ini menciptakan pengalaman khas Indonesia bagi penumpang selama terbang bersama Garuda Indonesia.
  • Taste —¬†Cita-rasa dan pengalaman khas Indonesia terwujud dalam makanan yang disajikan dengan iringan senyum awak kabin selama penerbangan. Kami merekomendasikan sajian makanan dan minuman khas Garuda Indonesia seperti nasi kuning dan jus martebe, racikan buah markisa dan terung belanda.
  • ¬†Touch —¬†Keramahtamahan khas Indonesia telah cukup dikenal, dan menjadikan negara kepulauan ini salah satu tujuan favorit di dunia. Berbagai tarian tradisional Indonesia pun menyajikan ucapan selamat datang, sekaligus memberi sentuhan keramahtamahan khas Indonesia.

At the end, setelah dijejali dengan berbagai macam ilmu dan doktrinasi. kita disuruh mengkonsep, apa sih hal-hal yang bisa kita dapatkan dari training FLY-HI ini yang bisa diaplikasikan ke dalam pekerjaan dan kehiduapan sehari-hari di kantor beserta penggunaan sumber daya kantor yang ada sesuai dengan nilai FLY-HI. Kelompokku bernama LOLITA. Aku lupa singkatan dari apa tapi yang pasti LO nya itu dari LOYALTY karena dibagi berdasarkan nilai-nilai FLY-HI. Lupa deh apa kepanjangan LOLITA hahaha. yang pasti aku dapet tim kelompok yang rame, heboh dan kreatif. Karena terbukti akhirnya kita menjadi pemenang konsep FLY-HI dan mendapat hadiah flashdisk berbentuk pesawat. Lucuuuuuu… unyu unyu unyu…

prialatte @office